Setiap orang
tentunya memiliki mimpi dalam hidupnya, dimana
untuk mencapainya orang
tersebut menjalani proses yang
berbeda dengan orang lainnya, baik senang ataupun sedih dijalani dengan penuh
semangat tanpa menyerah
sedikitpun,begitu pun dengan
saya. Meski pun terkadang
saya merasa lelah untuk menggapainya, namun
saya tidak menyerah, Karena saya percaya semua orang punya kesempatan untuk menggapai mimpinya.
Pagi ini
Syahida terlihat murung tidak seceria biasanya, seperti sedang
ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Benar saja, ia tidak mendengar ketika kakaknya memanggil dirinya kerena sibuk
memikirkan sesuatu, sampai akhirnya
dia tersetak ketika kakaknya tiba tiba duduk disampingnya dan
bertanya apa yang
sedang ia pikirkan belakangan
ini.
‘lagi mikirin opo si dek? Mbok ya nyautin kalau dipanggil’.
Syahida tersentak seraya nyengir menunjukan barisan gigi putihnya yang
tersusun amat rapi.
‘hehe gak mikiran opo opo mbak. Lah
emang kapan mba iku
manggil Hida?’
‘ngono iku sing bikin kamu gak denger mba manggil kamu
tadi. Ngelamun wae, mikirin opo sih?
Cerita aja sama mbak’ paksa Mbak
Salwa pada Syahida.
‘Jadi gini mbak, gak tau kenapa akhir
akhir ini Hida kehilangan semangat belajar. Rasanya Hida malas untuk belajar,
lebih lagi mbak tau sendiri Hida selalu pulang sore ditambah kegiatan ekstrakulikuler dan
organisasi lainnya, Hida capek mbak’
keluh Syahida.
‘Oalah jadi itu toh yang bikin kamu murung dan
ngelamun aja’ jawab Mbak Salwa sesaat membenahkan kerudungnya
Syahida yang sedari tadi masih terlihat murung seakan
enggan untuk kembali berbicara. ‘Itu hal yang wajar Hida dalam proses
belajar, aka nada fase dimana kamu itu merasa bosan, jenuh, malas, capek dan hal
semacamnya dalam belajar’ ujar Mbak salwa kembali untuk menenangkan Adiknya
itu.
‘Terus bagaimana dengan sekolah Hida kalau terus seperti ini
mbak?’ Tanya Syahida
‘Lah wong gak ada yang nyuruh untuk terus seperti ini,
kamu harus melawan semua yang kamu rasakan dalam fase ini Hida’ jawab Mba Salwa
datar saja
‘Bagaimana caranya mbak?’ Tanya Hida lagi pada Mbak
Salwa
‘Untuk melawan semua itu, kamu hanya perlu terus
mengingat mimpimu dan
bertekad kuat untuk bisa meraihnya’ jawab Mbak Salwa memotivasi Syahida,
kemudian melanjutkan ucapannya. ‘kamu
ingat mimpimu waktu
kecil?’ Tanya Mbak Salwa yang dijawab hanya dengan anggukkan oleh Syahida.
‘Mimpimu sewaktu
kecil untuk menjadi pegawai bank
yang membawamu sampai saat ini,
dengan semua prestasi yang
sudah kamu dapatkan, apa kamu akan
membiarkannya lepas begitu
saja?’ Tanya Mbak Salwa lagi, kali ini membuat Syahida terdiam, dan terus
mendengarkan lanjutan dari ucapan Mbak
Salwa.
‘Mimpimu yang sempat terlupakan, sampai akhirnya
kemudian Allah berkehendak untuk kamu mulai melangkah meraihnya, dengan cara
mempertemukan
kamu dengan mata pelajaran pembukuan
yang sering kamu ceritakan kepada mbak,
mata pelajaran
yang memperkenalkan
kamu tentang dasar dasar akuntansi, yang membuat waktu kamu seakan berjalan cepat ketika
sedang mempelajarinya,
yang membuat kamu asyik seharian berada dikamar sampai lupa makan
ketika sedang mengerjakan tugas dibidang tersebut. Sampai akhirnya
kamu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMK karena kamu ingin mendalami bagaimana
dunia akuntansi itu berjalan dan membawamu hingga pada saat ini
dengan prestasi yang
sudah kamu dapatkan.
Hingga kamu bercerita kepada mbak bahwa
mimpi masa
kecilmu untuk menjadi pegawai bank
sudah berubah menajdi mimpi yang lebih
besar yaitu mimpi untuk
menjadi Auditor akuntansi yang menyediakan jasa untuk mengaudit laporan keungan
berbagai perusahaan
besar setelah kamu sudah lebih mengenal dunia akuntansi. Yang membuat kamu
menemukan keinginan pada diri
kamu untu tidak terikat pada suatu pekerjaan
dibawah tekanan dan waktu. Karena kamu lebih suka pekerjaan
bebas dari tekanan tapi tetap dalam
bidangmu’ Mbak salwa terdiam sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapannya dan
Syahida tetap terdiam
mendengarkan Mbak Salwa.
‘Benarkan ucapan mbak?’ Tanya Mbak Salwa yang akhirnya membuat Hida
angkat bicara
‘Iya benar mbak’ jawab Syahida, lalu kemudian dia
melanjutkan cerita Mbak Salwa
‘iya mbak, mimpi yang membuat Hida setiap malam
belajar dengan keras. Tentu tidak mudah, setelah melewati berbagai proses dan
kesulitan. Mbak ingat waktu dimana Hida mendatangi mbak untuk bercerita tentang
kebingungan Hida menentukan akan melanjutkan pendidikan dibidang akuntansi atau sastra. Karena mbak
juga tau Hida suka memebuat cerita, dan pada saat di SMK keinginan untuk menjadi seorang penulis dan
menerbitkan banyak buku tiba tiba menjadi begitu kuat, hingga pada akhirnya
Hida memustuskan untuk kembali melanjutkan pendidikan dalam bidang akuntansi, bukan berarti mimpi Hida untuk
menjadi penulis
memudar begitu saja, mimpi itu tetap ada dan
tetap kuat, tapi Hida
memilih mempelajarinya
sendiri denga terus mengasah kemampuan menulis Hida. Sehingga di Masa depan nanti mimpi Hida menjadi
Auditor akuntansi yang handal dan terpercaya, yang menguasai sistem pengauditan
laporan
keuangan secara manual atau menggunakan sistem dalam computer bisa tercapai, karena
di masa depan dengan perkembangan
ilmu teknologi yang semakin pesat dan
canggih, jika hanya menguasai dunia akuntansi secara manual saja itu tidak akan
mampu bertahan
dalam persaingan
dengan kemungkinan ilmu teknologi akan mendominasi dalam kehidupan setiap manusia di
masa yag akan datang. Oleh karena itu Hida juga perlu belajar IT untuk tetap mempertahankan
mimpi Hida
menjadi Auditor akuntansi yang siap bersaing. Selain itu Hida juga akan tetap mengejar
mimpi menjadi
seorang penulis
sebuah buku tentang Akuntansi yang menyajikan penulisannya dalam bentuk novelist sehingga memudahkan pembaca untuk
memahami akuntansi secara singkat dan tidak bosan untuk membacanya, karena
disajikan dalam bentuk novel, semoga bisa tercapai aamiin’ ujar Syahida penuh semangat yang membuat Mbak Salwa terkagum kagum.
‘Aamiin. Nah gitu dong, itu baru Hida adek mbak yang selalu
bersemangat. Dan ingat pesan mbak
untuk selalu mengingat mimpi kamu dan
terus bertekad sekuat mungkin untuk menggapainya. Karena kita hanya bisa berencana dan terus
berusaha, hasilnya Allah yang akan tentukan’. Pesan Mbak salwa untuk terus menyemangati Syahida.
‘Iya mbak, Hida akan selalu mengingat pesan mbak. Terima
kasih mbak sudah mau mendengarkan cerita Hida lagi’ jawab Syahida kali ini dengan
senyum yang tersungging diwajahnya. ‘iya sama sama’ jawab Mbak Salwa yang juga
ikut tersenyum.
Sekian dulu ya, terimakasih...