Rabu, 18 Januari 2017

IMPIAN AKUNTAN MASA DEPAN



Setiap orang tentunya memiliki mimpi dalam hidupnya, dimana untuk mencapainya orang tersebut menjalani proses yang berbeda dengan orang lainnya, baik senang ataupun sedih dijalani dengan penuh semangat tanpa menyerah sedikitpun,begitu pun dengan saya. Meski pun terkadang saya merasa lelah untuk menggapainya, namun saya tidak menyerah, Karena saya percaya semua orang punya kesempatan untuk menggapai mimpinya. 

Pagi ini Syahida terlihat murung tidak seceria biasanya, seperti sedang ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Benar saja, ia tidak mendengar ketika kakaknya memanggil dirinya kerena sibuk memikirkan sesuatu, sampai akhirnya dia tersetak ketika kakaknya tiba tiba duduk disampingnya dan bertanya apa yang sedang ia pikirkan belakangan ini.
‘lagi mikirin opo si dek? Mbok ya nyautin kalau dipanggil’. Syahida tersentak seraya nyengir menunjukan barisan gigi putihnya yang tersusun amat rapi.
‘hehe gak mikiran opo opo mbak. Lah emang kapan mba iku manggil Hida?’
‘ngono iku sing bikin kamu gak denger mba manggil kamu tadi. Ngelamun wae, mikirin opo sih? Cerita aja sama mbak’ paksa Mbak Salwa pada Syahida.
‘Jadi gini mbak, gak tau kenapa akhir akhir ini Hida kehilangan semangat belajar. Rasanya Hida malas untuk belajar, lebih lagi mbak tau sendiri Hida selalu pulang sore ditambah kegiatan ekstrakulikuler dan organisasi lainnya, Hida capek mbak’ keluh Syahida.
‘Oalah jadi itu toh yang bikin kamu murung dan ngelamun aja’ jawab Mbak Salwa sesaat membenahkan kerudungnya
Syahida yang sedari tadi masih terlihat murung seakan enggan untuk kembali berbicara. ‘Itu hal yang wajar Hida dalam proses belajar, aka nada fase dimana kamu itu merasa bosan, jenuh, malas, capek dan hal semacamnya dalam belajar’ ujar Mbak salwa kembali untuk menenangkan Adiknya itu.
‘Terus bagaimana dengan sekolah Hida kalau terus seperti ini mbak?’ Tanya Syahida
‘Lah wong gak ada yang nyuruh untuk terus seperti ini, kamu harus melawan semua yang kamu rasakan dalam fase ini Hida’ jawab Mba Salwa datar saja
‘Bagaimana caranya mbak?’ Tanya Hida lagi pada Mbak Salwa
‘Untuk melawan semua itu, kamu hanya perlu terus mengingat mimpimu dan bertekad kuat untuk bisa meraihnya’ jawab Mbak Salwa memotivasi Syahida, kemudian melanjutkan ucapannya. ‘kamu ingat mimpimu waktu kecil?’ Tanya Mbak Salwa yang dijawab hanya dengan anggukkan oleh Syahida.
‘Mimpimu sewaktu kecil untuk menjadi pegawai bank yang membawamu sampai saat ini, dengan semua prestasi yang sudah kamu dapatkan, apa kamu akan membiarkannya lepas begitu saja?’ Tanya Mbak Salwa lagi, kali ini membuat Syahida terdiam, dan terus mendengarkan lanjutan dari ucapan Mbak Salwa.
‘Mimpimu yang sempat terlupakan, sampai akhirnya kemudian Allah berkehendak untuk kamu mulai melangkah meraihnya, dengan cara mempertemukan kamu dengan mata pelajaran pembukuan yang sering kamu ceritakan kepada mbak, mata pelajaran yang memperkenalkan kamu tentang dasar dasar akuntansi, yang membuat waktu kamu seakan berjalan cepat ketika sedang mempelajarinya, yang membuat kamu asyik seharian berada dikamar sampai lupa makan ketika sedang mengerjakan tugas dibidang tersebut. Sampai akhirnya kamu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMK karena kamu ingin mendalami bagaimana dunia akuntansi itu berjalan dan membawamu hingga pada saat ini dengan prestasi yang sudah kamu dapatkan. Hingga kamu bercerita kepada mbak bahwa mimpi masa kecilmu untuk menjadi pegawai bank sudah berubah menajdi mimpi yang lebih besar yaitu mimpi untuk menjadi Auditor akuntansi yang menyediakan jasa untuk mengaudit laporan keungan berbagai perusahaan besar setelah kamu sudah lebih mengenal dunia akuntansi. Yang membuat kamu menemukan keinginan pada diri kamu untu tidak terikat pada suatu pekerjaan dibawah tekanan dan waktu. Karena kamu lebih suka pekerjaan bebas dari tekanan tapi tetap dalam bidangmu’ Mbak salwa terdiam sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapannya dan Syahida tetap terdiam mendengarkan Mbak Salwa.
‘Benarkan ucapan mbak?’ Tanya Mbak Salwa yang akhirnya membuat Hida angkat bicara
‘Iya benar mbak’ jawab Syahida, lalu kemudian dia melanjutkan cerita Mbak Salwa
‘iya mbak, mimpi yang membuat Hida setiap malam belajar dengan keras. Tentu tidak mudah, setelah melewati berbagai proses dan kesulitan. Mbak ingat waktu dimana Hida mendatangi mbak untuk bercerita tentang kebingungan Hida menentukan akan melanjutkan pendidikan dibidang akuntansi atau sastra. Karena mbak juga tau Hida suka memebuat cerita, dan pada saat di SMK keinginan untuk menjadi seorang penulis dan menerbitkan banyak buku tiba tiba menjadi begitu kuat, hingga pada akhirnya Hida memustuskan untuk kembali melanjutkan pendidikan dalam bidang akuntansi, bukan berarti mimpi Hida untuk menjadi penulis memudar begitu saja, mimpi itu tetap ada dan tetap kuat, tapi Hida memilih mempelajarinya sendiri denga terus mengasah kemampuan menulis Hida. Sehingga di Masa depan nanti mimpi Hida menjadi Auditor akuntansi yang handal dan terpercaya, yang menguasai sistem pengauditan laporan keuangan secara manual atau menggunakan sistem dalam computer bisa tercapai, karena di masa depan dengan perkembangan ilmu teknologi yang semakin pesat dan canggih, jika hanya menguasai dunia akuntansi secara manual saja itu tidak akan mampu bertahan dalam persaingan dengan kemungkinan ilmu teknologi akan mendominasi dalam kehidupan setiap manusia di masa yag akan datang. Oleh karena itu Hida juga perlu belajar IT untuk tetap mempertahankan mimpi Hida menjadi Auditor akuntansi yang siap bersaing. Selain itu Hida juga akan tetap mengejar mimpi menjadi seorang penulis sebuah buku tentang Akuntansi yang menyajikan penulisannya dalam bentuk novelist sehingga memudahkan pembaca untuk memahami akuntansi secara singkat dan tidak bosan untuk membacanya, karena disajikan dalam bentuk novel, semoga bisa tercapai aamiin’ ujar Syahida penuh semangat yang membuat Mbak Salwa terkagum kagum.
‘Aamiin. Nah gitu dong, itu baru Hida adek mbak yang selalu bersemangat. Dan ingat pesan mbak untuk selalu mengingat mimpi kamu dan terus bertekad sekuat mungkin untuk menggapainya. Karena kita hanya bisa berencana dan terus berusaha, hasilnya Allah yang akan tentukan’. Pesan Mbak salwa untuk terus menyemangati Syahida.
‘Iya mbak, Hida akan selalu mengingat pesan mbak. Terima kasih mbak sudah mau mendengarkan cerita Hida lagi’ jawab Syahida kali ini dengan senyum yang tersungging diwajahnya. ‘iya sama sama’ jawab Mbak Salwa yang juga ikut tersenyum.   

Sekian dulu ya, terimakasih...  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar